Sabtu, 07 April 2012

Jakarta Dulu dan Kini

sejak kemarin, saya kembali menjejakkan kaki di jakarta. setidaknya, saya akan berada di kota metropolitan ini sampai hari selasa, tanggal 10 april nanti. hari ini, akhirnya saya kembali menjejakkan kaki di jakarta, setelah terakhir kali menjejakkan kaki di sini, bulan januari 2009.

sejujurnya, bagi saya, jakarta bukan kota yang istimewa. saya sebenarnya enggan ke jakarta. permasalahan utamanya adalah macet! betapa kemacetan di jakarta membuat emosi memuncak, dan bertahun-tahun tidak ada jalan keluarnya.


bagi saya, nyaris tidak ada yang berbeda jakarta yang dulu dengan jakarta yang sekarang. lokasi yang tiga tahun lalu rawan banjir, tetap saja rawan banjir, bahkan semakin parah.

lokasi yang tiga tahun dikenal sebagai kawasan prostitusi, masih saja dikenal sebagai daerah prostitusi, dengan berbagai macam jualan obat kuatnya.

jakarta saat ini, tentu saja lebih modern. perkembangannya jauh lebih pesat dari tiga tahun yang lalu. sepanjang perjalanan saya dari bandara cengkareng ke cibubur saja, saya menemukan tiga gedung baru yang sedang dibangun.

jakarta kini juga jelas berbeda dengan tiga tahun yang lalu. jika tiga tahun yang lalu jumlah perantaunya relatif sepi, tahun ini, jumlahnya tidak terkira. syukur saja saya datang saat libur panjang, sehingga kepadatan tidak terlalu terasa.

satu lagi yang membuat jakarta kini berbeda, kemacetannya lebih parah dari tiga tahun yang lalu!

Artikel terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar