sejujurnya, bagi saya, jakarta bukan kota yang istimewa. saya sebenarnya enggan ke jakarta. permasalahan utamanya adalah macet! betapa kemacetan di jakarta membuat emosi memuncak, dan bertahun-tahun tidak ada jalan keluarnya.
bagi saya, nyaris tidak ada yang berbeda jakarta yang dulu dengan jakarta yang sekarang. lokasi yang tiga tahun lalu rawan banjir, tetap saja rawan banjir, bahkan semakin parah.
lokasi yang tiga tahun dikenal sebagai kawasan prostitusi, masih saja dikenal sebagai daerah prostitusi, dengan berbagai macam jualan obat kuatnya.
jakarta saat ini, tentu saja lebih modern. perkembangannya jauh lebih pesat dari tiga tahun yang lalu. sepanjang perjalanan saya dari bandara cengkareng ke cibubur saja, saya menemukan tiga gedung baru yang sedang dibangun.
jakarta kini juga jelas berbeda dengan tiga tahun yang lalu. jika tiga tahun yang lalu jumlah perantaunya relatif sepi, tahun ini, jumlahnya tidak terkira. syukur saja saya datang saat libur panjang, sehingga kepadatan tidak terlalu terasa.
satu lagi yang membuat jakarta kini berbeda, kemacetannya lebih parah dari tiga tahun yang lalu!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar